🌉 Mineral Terbentuk Secara Anorganik Dengan Melibatkan Unsur
Apaitu mineral — ciri dan kegunaan. Mineral adalah kontributor fundamental bagi batuan yang, pada gilirannya, dengan bahan-bahan yang menyusun Bumi. Mineral dan mineralogi. Mineral adalah unsur anorganik atau senyawa alami, biasanya dalam keadaan padatan kristal (dengan pengecualian merkuri asli, yang cair dalam kondisi lingkungan normal
Mineraladalah zat padat anorganik yang terbentuk di alam secara anorganik, mempunyai komposisi kimia tertentu dan susunan atom yang teratur. Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangun beraturan yang terdiri dari atom-atom dengan susunan yang teratur. Apakah yang dimaksud dengan mineral itu brainly? Mineral adalah padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk
Unsurunsur tekstur batuan sedimen klastik •Butiran (grain) : butiran klastik (yang tertransport) disebut sebagai fragmen •Matriks (matrix) : lebih halus dari butiran/fragmen, diendapkan bersama-sama dengan fragmen •Semen (cement) : berukuran halus, mengikat butiran/fragmen dan matriks, diendapkan setelah fragmen dan matriks. Batu Pasir
1 Mineral dalam pengertian geologi adalah suatu bahan yang terbentuk secara alamiah berupa padatan kristalin yang inorganik (Monroe & Wicander, 1997) 2. Mineral tersusun oleh sejumlah atom yang membentuk kerangka 3 dimensi tertentu dan memiliki sejumlah keteraturan yang berpengaruh terhadap perawakan mineral. 3.
Apayang dimaksud dengan unsur dan mineral? Mineral adalah unsur atau senyawa anorganik yang terjadi secara alami yang memiliki struktur internal yang teratur dan komposisi kimia yang khas, bentuk kristal, dan sifat fisik. Mineral mungkin logam, seperti emas, atau bukan logam, seperti bedak.
Bagaimanaproses terjadinya mineral tersebut? Proses hidrotermal yaitu proses pembentukan mineral karena adanya pengaruh dari suhu atau temperatur serta tekanan sangat rendah dan adanya larutan magma yang sudah terbentuk sebelumnya. Bentuk - bentuk dari endapan mineral bisa ditemukan sebagai bagian dari proses endapan hidrotermal yang disebut
bahanorganik yang terbentuk secara alamiah dan terdiri atas unsur-unsur kimia dalam perbandingan tertentu di mana atom-atom di dalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis disebut SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah
Mineraladalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur. D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972 Mineral adalah suatu bahan padat yang secara structural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk
Mineraladalah zat yang terbentuk secara alami di dalam bumi. Mineral biasanya padat, anorganik, memiliki struktur kristal, dan terbentuk secara alami oleh proses geologi. Ilmu yang mempelajari tentang mineral disebut mineralogi. Mineral dapat dibuat dari unsur kimia tunggal atau lebih biasanya senyawa.
YFAq9D. 1. Kimiawi2. Alam3. IndustriSemoga membantu! Pertanyaan baru di Geografi Apa yang anda ketahui tentang Arterisk 13. Berikut jumlah penduduk negara di Asia Tenggara per 31 Januari 2023 Indonesia. juta jiwa. jumlah penduduk di Asia Tenggara, di atas negara … Filipina 109,58 juta jiwa. Indonesia mendominasi Filipina, sekitar 40,9% penduduk di Asia Tenggara Indonesia yang besar ini, harus bermanfaat bagi berasal dari Indonesia Potensi jumlah penduduk negara sebagai.... A Potensi pasar yang besar mengungguli negara ASEAN lainnya. B. Potensi sebagai beban demografi C. Potensi tenaga kerja yang tidak terampil D. Potensi pengguna internet pasar internet E Potensi besar sebagai bonus demografi, tenaga kerja terampil, Angkatan kerja yang terampil, dan tidak semata-mata hanya pengguna internet Tuliskan pengaruh iklim terhadap persebaran hewar dan tumbuhan di Indonesiatuliskan pengaruh iklim terhadap persebaran hewan dan tumbuhan diindonesia The results of the experiment from an object that has vertically free fall are shown in this following table. Kinetic Energy Potential Energy Height … cm 250 150 100 Joule 0 60 76 Joule 100 60 40 B 16 From the table, the ratio between A and B is .maaf bahasa inggris, tolong banget jangan ngasal 9. Pada tahun 2020 jumlah penduduk kabupaten A tercatat jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk pertahunnya adalah 2%. Maka jumlah penduduk kabupate … n A setelah 6 tahun kemudian adalah.... A. jiwa B. jiwa C. jiwa D. jiwa E. jiwa
Jawaban soal ini adalah "A. The minerals". Soal menanyakan teks tersebut membahas tentang apa. Arti pilihan jawabannya yakni A. The minerals mineral B. The Earth's crust kerak bumi C. The precious metal logam mulia D. The elements of Earth unsur-unsur bumi Teks tersebut membahas mengenai mineral yang diawali dengan pengertiannya sebagai zat padat, anorganik, yang terbentuk secara alami dengan rumus kimia dan struktur umum tertentu. [Minerals are defined as solid, inorganic, naturally-occurring substances with a definite chemical formula and general structure.] Maka dari itu, bacaan membahas tentang mineral. Jadi, jawaban yang benar adalah "A. The minerals".
Definisi Mineral dan Mineralogi Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik anorganik. Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya Danisworo, 1994. Definisi mineral menurut beberapa ahli Berry dan B. Mason, 1959. Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur. Whitten dan Brooks, 1972. Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik. Potter dan H. Robinson, 1977. Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan. Tetapi dari ketiga definisi tersebut mereka masih memberikan anomali atau suatu pengecualian beberapa zat atau bahan yang disebut mineral, walaupun tidak termasuk didalam suatu definisi. Sehingga sebenarnya dapat dibuat suatu definisi baru atau definisi kompilasi. Dimana definisi kompilasi tidak menghilangkan suatu ketentuan umum bahwa mineral itu mempunyai sifat sebagai bahan alam, mempunyai sifat fisis dan kimia tetap dan berupa unsur tunggal atau senyawa. Definisi mineral kompilasi mineral adalah suatu bahan alam yang mempunyai sifat-sifat fisis dan kimia tetap dapat berupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen, dapat berupa padat, cair dan gas . Mineral adalah zat-zat hablur yang ada dalam kerak bumi serta bersifat homogen, fisik maupun kimiawi. Mineral itu merupakan persenyewaan anorganik asli, serta mempunyai susunan kimia yang tetap. Yang dimaksud dengan persenyawaan kimia asli adalah bahwa mineral itu harus terbentuk dalam alam, karena banyak zat-zat yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan mineral, dapat dibuat didalam laboratorium. Sebuah zat yang banyak sekali terdapat dalam bumi adalah SiO2 dan dalam ilmu mineralogi, mineral itu disebut kuarsa. Sebaliknya zat inipun dapat dibuat secara kimia akan tetapi dalam hal ini tidak disebut mineral melainkan zat Silisium dioksida . Kalsit, adalah sebuah mineral yang biasanya terdapat dalam batuan gamping dan merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Zat yang dibuat dalam laboratorium dan mempunyai sifat- sifat yang sama dengan mineral kalsit adalah CaCO3. Demikian pula halnya dengan garam-garam yang terdapat sebagai lapisan-lapisan dalam batuan. Garam dapur dalam ilmu mineralogi disebut halit sedangkan dalam laboratorium garam dapur disebut dengan natrium-khlorida. Mineral-mineral mempunyai struktur atom yang tetap dan berada dalam hubungan yang harmoni dengan bentuk luarnya. Mineral-mineral inilah yang merupakan bagian-bagian pada batuan-batuan dengan kata lain batuan adalah asosiasi mineral-mineral. Proses Terbentuknya Mineral Secara umum, proses pembentukan mineral, baik jenis logam maupun non-logam dapat terbentuk karena proses mineralisasi yang diakibatkan oleh aktivitas magma, dan mineral ekonomis selain karena aktivitas magma, juga dapat dihasilkan dari proses alterasi, yaitu mineral hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor. Pada proses pembentukan mineral baik secara mineralisasi dan alterasi tidak terlepas dari faktor-faktor tertentu yang selanjutnya akan dibahas lebih detail untuk setiap jenis pembentukan mineral. Adapun menurut M. Bateman, maka proses pembentukan mineral dapat dibagi atas beberapa proses yang menghasilkan jenis mineral tertentu, baik yang bernilai ekonomis maupun mineral yang hanya bersifat sebagai gangue mineral. 1. Proses Magmatis Proses ini sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat ultra basa, lalu mengalami pendinginan dan pembekuan membentuk mineral-mineral silikat dan bijih. Pada temperatur tinggi >600˚C stadium liquido magmatis mulai membentuk mineral-mineral, baik logam maupun non-logam. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur pendinginan saat itu. Proses magmatis ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu a. Early magmatis Endapan Early Magmatic dihasilkan dari proses magmatik langsung, yang disebut orthomagmatik proses pengkristalan magma hingga mencapai 90%. Mineral bijih pada endapan ini selalu berasosiasi dengan batuan beku plutonik ultrabasa dan basa. Cara terbentuknya endapan ini bisa terjadi dengan 3 cara, yaitu • Disseminated • Segregasi • Injeksi b. Late magmatis Jebakan menghasilkan kristal setelah terbentuk batuan silikat sebagai bentuk sisa magma yang lebih kompleks dan mempunyai corak dengan variasi yang lebih banyak. Magma dari endpan late magmatic mempunyai sifat mobilitas tinggi. Jebakan ore mineral late magmatic terjadi setelah terbentuknya batuan silikat yang menerobos dan bereaksi dan menghasilkan rangkaian reaksi. Perubahan ini disebut Deuteric alteration yang terjadi pada akhir kristalisasi dari batuan beku dan cirri-cirinya hampir mirip dengan efek yang dihasilkan proses pneumatolytic atau larutan hydrothermal. Jebakan late magmatic terutama berasosiasi dengan batuan beku yang basic dan disebabkan oleh bermacam-macam proses differensiasi, kebanyakan jebakan mgmatic termasuk dalam golongan ini. • Residual Liquid Segregation • Residual Liquid Injection • Immiscible Liquid Segregation • Immiscible Liquid injection 2. Proses Pegmatisme Setelah proses pembentukan magmatis, larutan sisa magma larutan pegmatisme yang terdiri dari cairan dan gas. Stadium endapan ini berkisar antara 600˚C sampai 450˚C berupa larutan magma sisa. Asosiasi batuan umumnya Granit. 3. Proses Pneumatolisis Setelah temperatur mulai turun, antara 550-450˚C, akumulasi gas mulai membentuk jebakan pneumatolisis dan tinggal larutan sisa magma makin encer. Unsur volatile akan bergerak menerobos batuan beku yang telah ada dan batuan samping disekitarnya, kemudian akan membentuk mineral baik karena proses sublimasi maupun karena reaksi unsur volatile tersebut dengan batuan-batuan yang diterobosnya sehingga terbentuk endapan mineral yang disebut mineralpneumatolitis. 4. Proses Hydrotermal Merupakan proses pembentuk mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang sangat rendah, dan larutan magma yang terbentuk sebelumnya. Adapun bentuk-bentuk endapan mineral dapat dijumpai sebagai proses endapan hidrotermal adalah sebagai Cavity filling. Cavity filling adalah proses mineralisasi berupa pengisian ruang-ruang bukaan rongga dalam batuan yang terdiri atas mineral-mineral yang diendapkan dari larutan pada bukaan-bukaan batuan. 5. Proses Replacement Metasomatic replacement Adalah proses dalam pembentukan endapan-endapan mineral epigenetic yang didominasi oleh pembentukan endapan-endapan hipotermal, mesotermal dan sangat penting dalam grup epitermal. Mineral-mineral bijih pada endapan metasomatic kontak telah dibentuk oleh proses ini, dimana proses ini dikontrol oleh pengayaan unsur-unsur sulfide dan dominasi pada formasi unsur-unsur endapan mineral lainnya. 6. Proses Sedimenter Proses Sedimenter adalah endapan yang terbentuk dari proses pengendapan dari berbagai macam mineral yang telah mengalami pelapukan dari batuan asalnya, yang kemudian terakumulasi dan tersedimentasikan pada suatu tempat. 7. Proses Evaporasi Proses evaporasi mieneral adalah proses pembentukan mineral pada daerah yang beriklim kering dan panas akibat dari prose penguapan. Yaitu mineral yang teralut pada air tetap tinggal ketika terjadi penguapan pada air. 8. Konsentrasi Residu Mekanik Endapan residual yaitu endapan hasil pelapukan dimana proses pelapukan dan pengendapan terjadi di tempat yang sama, dengan kata lain tanpa mengalami transportasi baik dengan media air atau angin seperti endapan sedimen yang lainnya. Proses pelapukan weathering biasanya terjadi secara fisika dan kimia. 9. Proses Oksidasi dan Supergen Enrichment Tubuh bijih lode, urat, pipa dll yg muncul dekat permukaan akan mengalami pelapukan krn rembesan air & udara. Perembesan tsb menyababkan pelapukan & pelarutan shg batuan asalnya yg kompak mjd porous dg batuan yg terbentuk disebut gossan. Mineral primer di daerah ini mengalami oksidasi smpai batas nuka air tanah, daerah diatas muka air tanah disebut zona oksidasi. Pada zona oksidasi akan terakumulasi mineral oksida sekunder limonitdgn ciri2 khusus. Proses pengayaan oksida tsb bisa juga t’bentuk dari mineral sulfida & tjd di zona oksidasi. Lalu tjd pelarutan garam2 & asam sulfat lewat zona sulfidasi dibwh muka air tanah/zona pengayaan supergen t’bentuk mineral sekunder. Terjadi reaksi2 pada zona oksidasi & sulfidasi. 10. Proses Metamorfisme Mineral yang membentuk batuan metamorf adalah mineral asal batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf yang berubah karena proses metamorfosis. Proses metamorfosisme mengubah mineral menjadi kondisi terbentuk mineral baru, dan/atau membentuk mineral yang sama namun memiliki sifat yang berbeda karena menyesuaikan kondisi lingkungan yang baru. Sebagai contoh perubahan pada kondisi pertama yaitu mineral olivine terubah menjadi asbestos, dan mineral homblende membentuk serpentine. Sedangkan perubahan pada kondisi kedua yaitu mineral calcite tetap calcite, dan quartz tetap quartz. Pengelompokan Mineral di Alam Berdasarkan beberapa sifat sifat tertentu yang dimiliki oleh mineral, maka mineral-mineral yang ada di alam ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok minera di alam dikelompokan menjadi 2 jenis mineral yaitu mineral mineral silikat dan mineral non silikat. 1. Mineral Silikat Mineral silikat merupakan bagian terbesar dari mineral pembentuk batuan yaitu sekitar 90 persen dari kerak bumi. Mineral ini merupakan kombinasi unsur-unsur utama yang terdapat di bumi ; O, Si, Al, Fe, Ca, Na, K, Mg atau yang lebih di kenal dengan lapisan SiAl dan SiMa. Dasarnya semua batuan beku, batuan sedimen semua kecuali satu batuan metamorf, dan banyak terdiri dari hanya mineral silikatmineral penting Hampir 90 % mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat, dan hampir 100 % dari mantel Bumi sampai kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi. Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan malihan. Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium. Mineral Ferromagnesium, umumnya mempunyai warna gelap atau hitam dan berat jenis yang besar mineral silikat gelap .Mineral Non-Ferromagnesium, umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis yang kecil. Mineral Silikat Ini adalah mineral yang terbentuk oleh Bowen Reaction Serius seperti yang saya jelaskan pada sub-bab sebelumnya. 2. Mineal Non-Silikat Mineral Non Silikat adalah kelompok mineral yang unsur pembentuknya bukan dari Silica. Beberapa mineral sebagian besar tidak mengandung kombinasi Silicon dan Oksigen, seperti yang mineral silikat lakukan. Kelompok mineral, yang disebut nonsilicates, yang ditemukan hanya 8% dari kerak bumi. Mineral Non Silicate termasuk sumber daya yang sangat berharga bagi manusia, seperti emas logam mulia, perak, dan platinum, logam yang berguna seperti besi, aluminium dan timah, dan permata berlian dan ruby. Berikut adalah macam-macam mineral Non-Silikat 1. Native ElementNative element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam tenacity mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan. 2. Kelompok SulfidaKelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur belerang S2-. Pada umumnya unsure utamanya adalah logam metal.Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal air panas.Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih ores. Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat logam. 3. Mineral Oksida dan HidroksidaMineral oksida dan hidroksida ini merupakan mineral yang terbentuk dari kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion oksida O2- dan gugus hidroksil hidroksida OH-.a. oksidaMineral oksida terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, chrome, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah, korondum Al2O3, hematit Fe2O3 dan kassiterit SnO2.b. HidroksidaSeperti mineral oksida, mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-unsur tertentu dengan hidroksida OH-. Reaksi pembentukannya dapat juga terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral hidroksida adalah Manganite MnOOH, Bauksit [FeOOH] dan limonite 4. Kelompok HalidaKelompok ini dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogenelektronegatif, seperti F-, Cl-, Br-, I-. Pada umumnya memiliki BJ yang rendah < 5.Contoh mineralnya adalah Halit NaCl, Fluorit CaF2, Silvit KCl, dan Kriolit Na3AlF6. 5. Kelompok KarbonatMerupakan persenyawaan dengan ion CO32-, dan disebut “karbonat”, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral “kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua caves, stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini juga termasuk nitrat NO3 dan juga Borat BO3.Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam kelas carbonat ini adalah dolomite CaMgCO32, calcite CaCO3, dan magnesite MgCO3. Dan contoh mineral nitrat dan borat adalah niter NaNO3 dan borak Na2B4O5OH Kelompok SulfatSulfat terdiri dari anion sulfat SO42-. Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik penguapan yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah barite barium sulfate, celestite strontium sulfate, anhydrite calcium sulfate, angelsit dan gypsum hydrated calcium sulfate. Juga termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate. 7. Kelompok ProsphatKelompok ini dicirikan oleh adanya gugus PO43-, dan pada umumnya memiliki kilap kaca atau lemak, contoh mineral yaituApatit Ca,Sr, Pb,Na,K5 PO43F,Cl,OH,Vanadine Pb5ClPO43,dan Turquoise CuAl6PO44OH8 . 5H2O. Mineral dan Proses Terbentuknya Reviewed by dailytips on February 28, 2017 Rating 5
mineral terbentuk secara anorganik dengan melibatkan unsur